Showing posts with label Internet. Show all posts
Showing posts with label Internet. Show all posts

Posting Pornografi di Facebook Berujung Bui

Jakarta - Kebanyakan pengguna Facebook 'nakal' yang memposting foto porno hanya akan mendapat sanksi didepak oleh situs jejaring sosial populer tersebut. Tapi ulah pria yang satu ini benar-benar kelewatan sehingga dirinya tak hanya diusir Facebook, tetapi juga harus dipenjara. 

Bagaimana tidak, Bradley Paul Hampson, pria asal Brisbane, Australia memasang foto pornografi anak di halaman Facebook yang dibuat untuk mengenang kematian dua siswa sekolah yang tewas dibunuh. Foto-foto yang diposting Hampson tak hanya porno, tetapi juga disertai komentar-komentar bernada pelecehan.

Tim penyidik dari pengadilan wilayah Brisbane menyebutkan, foto-foto tak senonoh itu diposting Hampson di halaman Facebook 'RIP Tribute' untuk bocah laki-laki 12 tahun yang tertusuk di Brisbane School dan anak perempuan sembilan tahun asal Bundaberg yang diculik dan dibunuh Februari tahun lalu.

Dikutip detikINET dari The Telegraph, Jumat (25/3/2011), pria berusia 29 tahun ini mengaku bersalah atas dua tuduhan yang dialamatkan padanya, yakni memanfaatkan layanan internet untuk melakukan tindakan melanggar hukum dan melakukan eksploitasi anak.

Akibatnya, hakim Kerry O'Brien yang menangani kasus Hampson menjatuhkan hukuman penjara selama tiga tahun padanya. Kasus kematian dua bocah itu sendiri menjadi perhatian besar media Australia.

sumber : detikinet

Pencipta Twitter Balik Kandang

Jakarta - Salah satu kreator Twitter -- Jack Dorsey -- dikabarkan bakal kembali memperkuat jajaran petinggi Twitter. Dorsey digadang-gadang bakal mengisi posisi chief product officer atau bahkan CEO Twitter.

Jika benar demikian, maka Dorsey bakal menggeser posisi Dick Costolo yang saat ini masih menduduki kursi CEO. Namun kepastian ini sepertinya masih harus menunggu pernyataan resmi situs mikroblogging tersebut.

Dorsey tentu sangat mengenal seluk-beluk Twitter. Dia lah yang mengirimkan 'kicauan' pertama kalinya di situs 140 karakter itu lima tahun lalu, sehingga comeback Dorsye sama saja dibilang sebagai balik kandang.

Dikutip detikINET dari Tg Daily, Senin (28/3/2011), Dorsey sempat menjadi CEO Twitter sebelum digantikan oleh Evan William pada tahun 2008 lalu. Williams sendiri tak lama memegang posisi puncak tersebut. Ia lalu digantikan Dick Costolo pada tahun 2010.

Kembali ke Dorsey, ia kini masih menjabat sebagai CEO Square, yaitu perusahaan pembayaran person-to-person. Nah, jika Dorsey memang benar akan kembali mengambil alih kursi CEO Twitter, maka ia arus menyerahkan jabatannya di Square.

sumber : detikinet

Facebook Bisa Bikin Depresi

Jakarta - Kian populernya penggunaan Facebook membuat berbagai sisi positif dan negatif dari situs jejaring sosial ini menjadi sorotan. Sebuah studi terbaru menyebutkan, Facebook bisa menyebabkan depresi, terutama pada remaja dan anak-anak.

Gwenn O'Keeffe, dokter anak di Boston, Amerika Serikat (AS) dan pemimpin studi American Academy of Pediatrics menyebutkan, terdapat aspek unik dari Facebook yang bisa menciptakan tingkatan sosial yang mengarahkan remaja dan anak-anak menjadi tidak percaya diri dan depresi.

Lantas, bagaimana penjelasan O'Keeffe soal ini? Seperti diketahui, sebelumnya pernah ada studi oleh peneliti lain yang justru mengatakan sebaliknya, yakni Facebook meningkatkan rasa percaya diri.

"Melihat update status teman-teman di Facebook dan foto-foto mereka yang memperlihatkan kebahagiaan, bisa membuat beberapa anak minder, apalagi jika mereka merasa tidak bisa mengimbangi teman-temannya," kata O'Keeffe dikutip detikINET dari Miami Herald, Senin (28/3/2011).

Abby Abolt, siswa berusia 16 tahun yang baru-baru ini menggunakan Facebook mengatakan Facebook tidak pernah membuat dirinya depresi. Namun dia bisa mengerti jika ini mungkin saja mempengaruhi beberapa remaja lain.

"Jika Anda tidak punya banyak teman dan tidak punya banyak kegiatan yang bisa dipamerkan, sementara teman-teman Anda memperlihatkan berbagai kesenangan lewat update status dan foto, mungkin ini bisa membuat mereka marah," ujarnya.

Disebutkan Abolt, Facebook seperti kontes popularitas dimana remaja berlomba mempunyai teman sebanyak-banyaknya atau memposting sesuatu yang bisa membuat orang lain iri.

sumber : detikinet

Facebook Tolak Hapus Halaman Anti Israel

Jakarta - Pemerintah Israel meminta Facebook menghapus halaman bertajuk Third Palestinian Intifada. Halaman di Facebook ini bikin Israel berang karena menggalang dukungan agar warga Palestina melawan pendudukan Israel dan kembali ke tanah yang kini diduduki negara Yahudi itu.

Saat ini, halaman bersangkutan telah memiliki ratusan ribu fans. Menteri Informasi Israel, Yuli-Yoe Edelstein bahkan telah menulis surat ke pendiri Facebook, Mark Zuckerberg untuk memintanya menghapus halaman ini.

Menurut Yoel, halaman ini mempromosikan kekerasan dan menyuarakan pembunuhan pada orang Israel, dalam rangka membebaskan Yerusalem. Namun Facebook menolak permintaan sang menteri. Kelompok Yahudi bernama Anti Defamation League pun melayangkan komplain resmi pada Facebook.

"Kami kecewa Facebook menolak permintaan kami untuk menghapusnya meski sudah jelas halaman ini melanggar aturan," ucap kelompok itu, seperti dikutip detikINET dari Digital Journal, Selasa (29/3/2011).

Juru bicara Facebook menerangkan mengapa mereka menolak permintaan itu. "Meski beberapa komentar dan konten mungkin membuat marah sebagian orang, namun ini bukan alasan menghapus diskusi yang terjadi. Kami yakin user mampu mengekspresikan opini mereka dan kami tidak biasa menghapus konten atau grup atau halaman yang menyuarakan tentang negara, agama, politik atau ide,"

Mereka yang bergabung dalam halaman Facebook ini berasal dari berbagai bangsa dan latar belakang, bahkan sebagian adalah orang Israel sendiri. Meski menolak menghapusnya, pihak Facebook berjanji mengawasi grup tersebut dan menghapus konten yang mempromosikan pembunuhan. Hal ini dilaporkan cukup memuaskan pemerintah Israel.

sumber : detikinet

Facebook akan Gaet Mantan Asisten Obama Rachmatunisa

Jakarta - Raksasa jejaring sosial Facebook dikabarkan akan menggaet mantan sekretaris pers Gedung Putih, Robert Gibbs, sebagai pegawai senior di perusahaan mereka.

Berasal dari pemberitaan yang disampaikan New York Times, disebutkan bahwa salah satu mantan asisten terdekat Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama ini, dilirik Facebook untuk mengatur komunikasi intensif menyongsong initial public offering Facebook yang dijadwalkan awal tahun depan.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari orang dekat Gibss, sebelum pindah bekerja di sektor swasta, Gibbs yang meninggalkan karirnya di Gedung Putih bulan lalu, diminta untuk membantu kampanye pemilihan umum 2012, untuk memilih lagi Obama sebagai Presiden AS.

Namun seperti dilansir Reuters dan dikutip detikINET, Senin (28/3/2011), Facebook menginginkan Gibbs secepatnya memberikan jawaban atas tawaran mereka.

Belum ada keterangan resmi dari keduanya. Baik Facebook maupun Gibbs menolak untuk berkomentar.

sumber : detikinet